Kalau mendengar kata museum, mungkin yang terbayang adalah ruangan penuh benda-benda kuno yang hanya bisa dilihat dari balik kaca. Tapi anggapan itu langsung berubah ketika datang ke Museum Angkut Malang. Tempat wisata yang berada di Kota Batu ini menawarkan konsep yang berbeda dari museum pada umumnya. Di sini, pengunjung bukan hanya melihat koleksi kendaraan, tetapi juga bisa merasakan suasana berbagai negara dan zaman melalui desain area yang dibuat sangat detail.
Museum Angkut menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Kota Batu. Hampir setiap musim liburan, tempat ini selalu dipadati wisatawan dari berbagai daerah. Tidak hanya keluarga, banyak pasangan, rombongan sekolah, hingga wisatawan mancanegara yang datang untuk menikmati koleksi kendaraan sekaligus berburu foto di berbagai spot yang instagramable.
Salah satu alasan Museum Angkut begitu diminati adalah karena konsepnya yang unik. Setiap zona memiliki tema berbeda, mulai dari Eropa klasik, Amerika, Hollywood, hingga kawasan Indonesia tempo dulu. Berjalan dari satu area ke area lain terasa seperti sedang berpindah negara. Tidak heran jika banyak pengunjung menghabiskan waktu berjam-jam tanpa merasa bosan.

Lokasi Museum Angkut
Museum Angkut berada di Jalan Terusan Sultan Agung Nomor 2, Kota Batu, Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau karena hanya berjarak sekitar lima menit dari Alun-Alun Kota Batu.
Bagi wisatawan yang datang dari Malang, perjalanan menuju Museum Angkut biasanya memakan waktu sekitar 40 menit tergantung kondisi lalu lintas. Sementara dari Surabaya, waktu tempuh berkisar dua hingga tiga jam menggunakan kendaraan pribadi.
Akses menuju lokasi juga cukup mudah. Jalan menuju Museum Angkut sudah beraspal dengan petunjuk arah yang jelas sehingga wisatawan tidak akan kesulitan menemukannya.
Harga Tiket Museum Angkut
Harga tiket Museum Angkut biasanya dibedakan antara hari biasa dan akhir pekan. Pada musim liburan, harga tiket juga dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola.
Walaupun harga tiket sedikit lebih mahal dibanding beberapa tempat wisata lain di Kota Batu, pengalaman yang didapat sebanding dengan fasilitas dan koleksi yang tersedia. Dalam satu tiket, pengunjung dapat menikmati puluhan zona dengan ratusan koleksi kendaraan dari berbagai negara.
Sebelum datang, sebaiknya cek informasi terbaru mengenai harga tiket melalui situs resmi atau media sosial Museum Angkut agar tidak salah informasi.
Jam Operasional
Museum Angkut biasanya mulai buka sekitar pukul 12.00 siang hingga malam hari.
Banyak wisatawan memilih datang pada sore hari karena bisa menikmati dua suasana sekaligus. Saat matahari mulai terbenam, lampu-lampu di area museum mulai menyala sehingga suasana menjadi semakin cantik untuk berfoto.
Kalau ingin puas berkeliling, sebaiknya datang tepat saat jam operasional dimulai. Luas kawasan Museum Angkut membuat pengunjung membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima jam agar bisa menikmati semua zona.
Daya Tarik Museum Angkut

- Koleksi Kendaraan yang Sangat Lengkap
Sesuai namanya, Museum Angkut memiliki koleksi kendaraan yang sangat beragam. Mulai dari sepeda tua, motor klasik, mobil antik, kendaraan militer, mobil sport, hingga kendaraan yang pernah digunakan oleh tokoh-tokoh penting.
Beberapa kendaraan berasal dari berbagai negara seperti Amerika, Inggris, Jerman, Italia, Jepang, hingga Indonesia.
Setiap kendaraan dilengkapi informasi sejarah sehingga pengunjung tidak hanya menikmati tampilannya, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru.
- Zona Eropa
Zona Eropa menjadi salah satu area favorit pengunjung.
Bangunan bergaya klasik lengkap dengan jalanan batu, kafe, dan deretan toko membuat suasana terasa seperti berada di kota-kota Eropa. Banyak wisatawan memanfaatkan area ini untuk mengambil foto karena hasilnya benar-benar estetik.
Saat malam hari, lampu-lampu mulai menyala dan membuat suasana semakin romantis.
- Hollywood
Kalau suka film-film Hollywood, area ini wajib dikunjungi.
Di sini terdapat berbagai replika kendaraan yang sering muncul dalam film terkenal. Suasana dibuat menyerupai jalanan Amerika sehingga banyak pengunjung merasa seperti sedang berada di luar negeri.
Bahkan beberapa bangunan sengaja didesain menyerupai studio film agar pengalaman berkunjung terasa lebih nyata.





You must be logged in to post a comment.