Outbound Malang Kota Batu Jawa Timur 65314

Outbound Malang Kota Batu Jawa Timur 65314

Jalur pintas Adventure outbound malang menuju puncak gunung semeru yang biasa dipakai para pendaki lokal, jalur ini sangat curam dengan melintasi Gunung Ayek-ayek. Jalur awal lokasi outbound di malang yang akan dilalui landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100m, ikuti saja tanda training outbound malang ini. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting diatas kepala, sehingga harus sering merundukkan kepala, Jalur ini akan berujung di Ranukumbolo.

WATU REJENG

Dengan waktu tempuh 4 -5 jam berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi Edelweis  Jalur ini sekarang sudah dikembangkan untuk kepentingan wisata outbound malang,Watu rejeng merupakan tebing terjal dengan pemandangan yang sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang ditumbuhi pohon cemara dan pinus. Sesekali kita dapat melihat kepulan asap dari puncak semeru. Tak berapa lama pendaki akan melihat danau yang sangat luas yaitu Ranukumbolo (12 Ha) dengan ketinggian 2.400 m dpl.Meninggalkan Ranu Kumbolo akan diawali mendaki bukit terjal, bukit ini oleh para pendaki disebut sebagai tanjakan cinta. Menurut mitos yang ada jika pendaki dapat mendaki tanjakan cinta tanpa berhenti sedikitpun sampai ujung tanjakan maka cintanya akan abadi selamanya. Perjalanan dari Ranu Kumbolo ke Kalimati berjarak 5 km membutuhkan waktu tempuh 2-3 jam.

Setelah tanjakan cinta,terbentang sebuah padang rumput luas yang dinamakan oro-oro ombo, Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus. Padang rumput ini mirip sebuah mangkuk dengan hamparan rumput yang berwarna kekuningan.

Dari balik Gunung Kepolo tampak puncak Semeru menyemburkan asap menunjukkan kegagahannya. Di sebelah selatan padang rumput Oro-Oro Ombo terdapat kelompok Hutan Cemoro Kandang termasuk dalam gugusan Gunung. Kepolo (3.095 m dpl) merupakan hutan yang ditumbuhi pohon cemara gunung dan tumbuhan paku-pakuan. Setelah cemoro kandang perjalanan berlanjut ke padang rumput luas yang disebut Jambangan yang terletak 3.200 m dpl, di sini terdapat beberapa cemara, mentigi, dan bunga edelweis. Dari tempat ini tak berapa lama lagi pendaki akan menemukan Pos Kalimati.

KALIMATI

Nama kalimati berasal dari nama sebuah sungai/kali yang sudah tidak mengalir atau tidak berair. Aliran air disini hanya terjadi pada musim hujan,aliran air menyatu dengan aliran lahar Semeru. Daerah ini merupakan dominasi padang rumput,tumbuhan semak dan hamparan edelweis seluas 20 ha, dikelililngi beberapa kelompok hutan dan bukit-bukit rendah.Kalimati adalah sebuah spot sebagai tempat untuk berkemah sebelum melanjutkan pendakian dengan pembangunan sebuah fasilitas pendukung berupa pondok pendaki,dan terdapat juga sumber air bernama sumbermani yang berasal dari tetesan air dari celah batu yang membetuk sebuah pancuran air.

ARCOPODO

Adalah sebuah tempat pemberhentian akhir untuk lokasi berkemah atau bermalam,karena dari sini menuju puncak pendaki diharuskan meninggalkan barang bawaan yang tidak terlalu dibutuhkan karena medan yan akan dilalui sangatlah berat.Para pendaki memulai pendakian menuju puncak pagi-pagi sekali, yaitu sekitar pukul 2 pagi dengan melalui hutan cemara dan melalui bukit pasir selama 5 -6  jam untuk mencapai puncak gunung semeru yang menentukan what is your focus,dengan kontur medan batuan dan pasir yang terjal dan menanjak,ditempat ini konon ditemukan 2 buah arca yang sama makanya disebut arcopodo.

Gunung semeru mempunyai 2 buah puncak pada bagian selatan puncak jonggring saloko yang masih aktif dan utara puncak mahameru,namun yang diperbolehkan untuk di lakukan pendakian adalah puncak mahameru yang terkenal dikalangan pecinta alam,di kawah jonggring saloko yang uniknya setiap 10-15 menit sekali menyemburkan batuan vulkanis dengan didahului asap yang membumbung tinggi.. Suhu dipuncak Mahameru berkisar 4 – 10 derajad Celcius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajad Celcius, dan dijumpai kristal-kristal es. Di puncak mahameru inilah para pendaki menyematkan dirinya sebagai penakluk puncak tertinggi di Jawa 3.676 mdpl.